Tampilkan postingan dengan label Cerita Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Mitos. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

Cerita Pengalaman Pribadi Anak Ayam yang Lucu




Pengalaman

Sophie Namza


Semasa kecil saya sangat dekat dengan sepupu saya yang umurnya 2 tahun di atas saya. kami selalu diajak berlibur ke desa Tamedan. di sana kakek saya menjabat sebagai seorang kepala desa. Kami sangat senang diajak kesana karena akan ada banyak hal yang kami lakukan, bukan seperti di rumah yang biasanya menonton TV dan bermain boneka. di desa tamedan kakek saya punya banyak ternak ayam dan kebiasan buruk saya dan kakak saya adalah kami sering bahkan suka sekali bermain anak ayam. mungkin karena terlalu gemas kami sering memandikannya, menyisir bulunya, kami memperlakukannya seperti boneka barbie yang kami punya di rumah.


Sampai pernah ada anak ayam yang mati, mungkin karena terlalu lama kami mandikan, karena kejadian itu sudah terjadi berulang-ulang, kami ditegur orang tua kami bahkan dipukul namun kami dibela oleh kakek dan nenek kami walaupun mereka tau apa yang kami lakukan salah namun mereka tak tega melihat cucunya dipukul.



suatu saat ketika saya dan kakak saya pulang sekolah melewati sebuah tempat di mana induk ayam sedang berjalan bersama anak-anaknya. anak-anak ayam itu terlihat begitu manis dan menggemaskan, karena tak tahan kami pun mengambil anak-anaknya tanpa kami duga induk ayam itu terbang menyerang kami, kami berlari dengan terus membawa anak ayam itu. induk ayam terus mengejar...... karena ketakutan kamipun menangis berteriak dan terus berlari, namun induk ayam itu terus mengejar kami, karena kami terlalu kecil sehingga kami tidak menyadari bahwa yang diinginkan induk ayam itu adalah anaknya.



akhirnya kami ditolong warga dan diberi pengertian untuk melepas anak ayam itu dan kami pun mau melepas anak-anak ayam itu dan kami pun mau melepasnya.



saat itu saya dan kakak saya sadar walaupun bintang mereka juga punya hati, punya cara untuk melindungi anaknya.




sejak saat itu kami tak lagi melakukan kebiasaan itu, kamipun bertobat, ketika berlibur ke rumah Kakek kami tetap tidak melakukannya malah kami menjaga dan memperlakukannya dengan baik